Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi • ITB Yadika Pasuruan
Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak & User Story
Pahami kebutuhan pengguna secara mendalam sebelum mulai menulis kode program.
By Alimin, M.Kom
Fokus Utama: Menghindari kesalahan fatal mahasiswa yang langsung membuat program tanpa memetakan kebutuhan nyata pengguna.
A. Pengantar
Jangan Langsung Membuat Program!
"Saya akan membuat aplikasi penjualan."
Pertanyaan kritis yang wajib dijawab:
- Siapa penggunanya? Apa hak akses admin dan kasir?
- Data apa yang diperlukan & bagaimana proses transaksinya?
B & C. Konsep & Aktor
Analisis Kebutuhan & Peran (RBAC)
Analisis Kebutuhan: Proses investigasi terstruktur mencari tahu apa yang dibutuhkan pengguna sebelum koding.
Role-Based Access Control (RBAC):
- Admin: Mengelola user, produk, kategori.
- Kasir: Melakukan transaksi penjualan.
- Pemilik: Melihat dashboard & laporan.
C. Pendalaman Aktor
Memahami Konsep RBAC
RBAC (Role-Based Access Control) adalah metode pembatasan hak akses ke dalam sistem berdasarkan jabatan atau peran (*role*) masing-masing pengguna.
Mengapa RBAC Sangat Penting?
- Keamanan Data: Mencegah pengguna biasa mengakses menu sensitif (seperti laporan keuangan).
- Pencegahan Kesalahan: Menghindari human error atau kecurangan operasional.
- Contoh Nyata: Kasir berhak input transaksi, tetapi dilarang menghapus akun pengguna lain.
D & E. Spesifikasi Sistem
Fungsional vs Non-Fungsional
Kebutuhan Fungsional
"Apa yang bisa dikerjakan sistem?"
- Sistem dapat melakukan login.
- Admin dapat CRUD produk.
- Kasir membuat transaksi.
Kebutuhan Non-Fungsional
"Bagaimana standar kinerjanya?"
- Diakses via web browser.
- Response halaman cepat.
- Password aman (hashing).
Catatan: Fungsional fokus pada fitur/layanan, sedangkan Non-Fungsional fokus pada kualitas, kecepatan, dan keamanan sistem.
F, G & H. User Story & AC
User Story & Acceptance Criteria
Format: Sebagai [role], saya ingin [fitur], sehingga [tujuan].
Apa itu Acceptance Criteria (AC)?
Syarat atau kondisi objektif yang wajib terpenuhi agar sebuah fitur dianggap selesai dan valid (contoh: kasir pilih barang, subtotal terhitung, stok berkurang otomatis).
I & J. Pemanfaatan AI
AI sebagai System Analyst Assistant
AI belum digunakan untuk menulis kode program, melainkan membantu menganalisis kebutuhan sistem secara terstruktur.
K & L. Tips & Tugas
Tugas Pertemuan 3
Gunakan topik proyek yang sama dari Pertemuan 1 & 2:
- Analisis Pengguna: Tentukan min. 3 role & kebutuhan.
- Requirement: Buat 5 fungsional, 3 non-fungsional, 5 User Story.
- Acceptance Criteria: Buat kriteria untuk 3 User Story.
- Dokumentasi AI: Lampirkan hasil prompt generator & review.
Kesimpulan
Alur Pembelajaran Proyek
"Jangan membuat kode sebelum memahami kebutuhan."
Masalah → Pengguna → Kebutuhan → User Story → AC → Desain → Coding

Contoh Prompt Generator Kebutuhan
×
Anda bertindak sebagai System Analyst.
Saya ingin membuat Sistem Informasi Penjualan untuk UMKM. Saat ini transaksi masih manual menggunakan buku. Role: Admin, Kasir, Pemilik.
Bantu saya menentukan kebutuhan fungsional, non-fungsional, dan User Story. Jangan buat kode program.
Contoh Prompt Review Kebutuhan
×
Bertindak sebagai System Analyst Senior. Review kebutuhan sistem berikut. Periksa apakah sudah jelas, lengkap, tidak tumpang tindih, dan berikan rekomendasi perbaikan tanpa membuat kode program.
Terima kasih telah membaca
Bagikan artikel ini ke teman Anda