Implementasi Proyek dengan AI Coding Agent & Validasi Kode

Implementasi Proyek dengan AI Coding Agent & Validasi Kode
Pertemuan 7 • PPL AI Coding Agent • Vibe Coding

Implementasi Proyek dengan AI Coding Agent & Validasi Kode

Panduan kurikulum mentransformasikan rancangan User Story, UML, ERD, dan database relasional menjadi aplikasi Laravel yang fungsional, aman, dan teruji.

Dosen Pengampu: Alimin, M.Kom • Prodi Sistem dan Teknologi Informasi, ITB Yadika Pasuruan
🎯 1. Capaian Pembelajaran (Learning Outcomes)

Setelah menyelesaikan materi Pertemuan ke-7 ini, mahasiswa diharapkan mampu:

  1. Mengimplementasikan rancangan UML, ERD, dan database secara presisi menjadi aplikasi berbasis framework Laravel.
  2. Mengoperasikan AI Coding Agent (seperti Google Antigravity, Cursor, atau Claude Code) untuk mengakselerasi penulisan kode tanpa kehilangan pemahaman logika sistem.
  3. Menyusun instruksi AI secara bertahap berdasarkan Master Prompt agar arsitektur sistem tetap terjaga rapi.
  4. Memeriksa kesesuaian kode dengan kebutuhan proses bisnis, algoritma beban sistem, keamanan (CSRF, SQL Injection), dan normalisasi database.
  5. Melakukan pengujian fitur demi fitur (*feature-driven testing*) sebelum melanjutkan ke modul berikutnya.
📐 2. Mengubah Rancangan Menjadi Aplikasi

Pada pertemuan sebelumnya, mahasiswa telah mempelajari bagaimana AI membantu meninjau desain database dan menyusun Master Prompt. Pada Pertemuan 7, fokus bergeser secara tegas dari perancangan (*architecting*) menuju implementasi (*building*).

Tahapan Proyek Pertanyaan Panduan Peran Mahasiswa vs AI
Requirement & User Story Apa yang dibutuhkan pengguna? Mahasiswa merumuskan acceptance criteria dan logika bisnis.
UML, ERD & Database Bagaimana sistem dirancang? Mahasiswa menetapkan blueprint arsitektural (*source of truth*).
AI Coding Agent Bagaimana kode dibuat cepat? AI menghasilkan boilerplate, migration, model, dan logic.
Aplikasi Teruji Apakah sistem aman dan valid? Mahasiswa memverifikasi hasil, menguji error, dan debugging.
Prinsip Utama:
AI Coding Agent bertugas menghasilkan kode program, tetapi mahasiswa harus memastikan dan membuktikan bahwa kode tersebut benar, efisien, serta aman.
🤖 3. Mengenal AI Coding Agent Modern

AI Coding Agent merupakan alat berbasis kecerdasan buatan yang dapat membantu memahami struktur proyek, membuat atau mengubah file secara mandiri, memperbaiki bug, dan mengeksekusi tahapan implementasi sesuai akses yang diberikan.

🌐 Google Antigravity

Membantu proses pengembangan aplikasi melalui agen AI yang terintegrasi dengan lingkungan kerja pemrograman dan cloud.

💻 Cursor IDE

Editor kode dengan fitur AI yang mampu memahami seluruh codebase proyek, memetakan relasi model, dan refactoring multi-file.

⚡ Claude Code

Agen pemrograman CLI berbasis terminal yang mampu membaca file proyek, menjalankan pengujian, dan mengelola git workflow.

Catatan Dosen:
Mahasiswa dapat memilih salah satu alat di atas sesuai perangkat, akses, dan kebutuhannya. Nilai kepakaran Anda terletak pada kemampuan mengarahkannya, bukan sekadar tools yang dipakai.
🪜 4. Alur Kerja Implementasi Bertahap (7 Langkah)

Jangan langsung meminta AI membuat seluruh aplikasi sekaligus! Bagi implementasi menjadi 7 tahap modular agar hasilnya mudah diperiksa:

1. Setup Proyek Laravel: Siapkan proyek, konfigurasi lingkungan (.env), dan pastikan koneksi MySQL aktif.
2. Implementasi Database: Buat migration, model, relasi (hasMany/belongsTo), dan seeder sesuai ERD.
3. Autentikasi dan Otorisasi: Atur login, middleware, role pengguna (Admin, Kasir, Pemilik), dan pembatasan akses.
4. Fitur Utama Bertahap: Implementasikan modul satu per satu berdasarkan backlog (misal: Produk tuntas baru ke Transaksi).
5. Algoritma dan Aturan Bisnis: Terapkan proses inti komputasi (antrean Queue, locking stok, caching), bukan sekadar CRUD biasa.
6. Pengujian Fitur: Periksa validasi input, hak otorisasi role, dan pastikan error ditangani secara manusiawi.
7. Git dan Dokumentasi: Simpan perubahan bertahap, buat git commit deskriptif, dan arsipkan bukti prompt AI.
📜 5. Contoh Master Prompt AI Coding Agent

Berikut adalah draf instruksi awal saat memulai proyek dengan Cursor, Claude Code, atau Google Antigravity:

MASTER_PROMPT_LARAVEL.TXT
Anda bertindak sebagai Senior Laravel Developer.

PROYEK:
Sistem Informasi Penjualan UMKM.

TEKNOLOGI:
Laravel, MySQL, Blade, Git, dan GitHub.

SUMBER ACUAN:
Gunakan requirement, User Story, UML, ERD, database design, dan aturan bisnis yang telah disepakati.

ATURAN:
1. Jangan mengubah struktur database tanpa alasan yang jelas.
2. Jangan menambahkan fitur di luar kebutuhan.
3. Gunakan validasi input dan otorisasi pada setiap fitur yang memerlukan pembatasan akses.
4. Gunakan relasi Eloquent sesuai ERD.
5. Implementasikan secara bertahap.
6. Jelaskan file yang dibuat atau diubah.
7. Uji setiap fitur sebelum melanjutkan.
8. Jangan menganggap kode berhasil hanya karena kode berhasil dibuat.

TAHAP PERTAMA:
Periksa struktur proyek dan rancangan yang tersedia.
Identifikasi kebutuhan yang belum lengkap.
Jangan langsung membuat seluruh aplikasi.
Laporkan rencana implementasi terlebih dahulu.
Prompt ini menjadi arahan kerja, bukan jaminan bahwa seluruh kode yang dihasilkan benar. Mahasiswa tetap wajib meninjau setiap perubahan file.
📦 6. Praktik: Mengimplementasikan Satu Fitur (Produk)

Contoh fitur yang dipilih: Manajemen Produk.

Tahapan Hasil yang Diharapkan
Requirement Admin dapat mengelola data produk
ERD Tabel products dan relasi terkait
Database Migration dan model Laravel
Backend Validasi dan proses CRUD
Tampilan Form tambah, edit, daftar, dan detail produk
Testing Data valid tersimpan, data tidak valid ditolak
Keamanan Hanya pengguna berwenang yang dapat mengelola produk
PROMPT_IMPLEMENTASI_FITUR.TXT
Berdasarkan ERD dan rancangan proyek yang sudah disepakati, implementasikan fitur Manajemen Produk pada Laravel.

Persyaratan:
- Gunakan migration dan model yang sesuai.
- Buat relasi Eloquent jika diperlukan.
- Implementasikan tambah, lihat, ubah, dan hapus data.
- Validasi nama produk, harga, dan stok.
- Terapkan otorisasi untuk tindakan admin.
- Gunakan tampilan Blade yang konsisten.
- Buat atau jalankan pengujian yang relevan.
- Laporkan file yang dibuat, cara menjalankan, dan hasil pengujian.
- Jangan mengubah fitur lain yang tidak berkaitan.
✅ 7. Validasi dan Pengujian Hasil AI

Mahasiswa tidak boleh hanya menilai aplikasi dari tampilannya semata. Gunakan instrumen checklist di bawah ini untuk menguji aplikasi Anda:

📋 Checklist Pengujian Mahasiswa
Catatan Penting Concurrency Control:
Untuk fitur transaksi, sistem juga harus menangani kondisi seperti dua pengguna membeli stok terakhir secara bersamaan. Gunakan transaksi database (DB::transaction()) dan mekanisme pengendalian konkurensi (seperti lockForUpdate()) yang sesuai agar stok tidak menjadi negatif.
© 2026 Modul Proyek Perangkat Lunak • Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi • ITB Yadika Pasuruan